Monday, September 27, 2021

PT SOLID GOLD BERJANGKA | PUSAT

PT SOLID GOLD BERJANGKA | PUSAT


PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Ingin beli iPhone 13, rata-rata warga India harus bekerja 724 jam

Posted: 27 Sep 2021 06:51 PM PDT

 

PT.SOLID GOLD BERJANGKA – NEW DELHI. Harga iPhone terbaru sepertinya lebih mahal untuk warga India dibanding hampir semua orang di dunia.

 

Melansir qz.com, menurut analisis penyedia layanan keuangan berbasis perbandingan harga Inggris, MoneySuperMarket, rata-rata warga India harus bekerja 724 jam atau sekitar 90 hari—untuk membeli iPhone 13. 

 

Jika dibandingkan dengan negara tetangganya China, yang bersaing dengan India untuk proyek manufaktur dan investasi asing, warga India harus bekerja tiga kali lebih lama.

 

Menurut perkiraan, upah rata-rata per jam di India adalah 96 rupee (US$ 1,30). Adapun harga iPhone 13 berkisar Rs 70.000 (US$ 950) di toko online Apple di negara tersebut.

 

Negara di bawah India di mana ponsel iPhone kurang terjangkau di negaranya adalah Filipina. Di negara ini, rata-rata warganya harus bekerja 775 jam, atau 97 hari, untuk membeli iPhone 13.

 

Baca Juga: PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Evergrande bisa dapat US$ 600 juta dari menjual saham perusahaan asuransi jiwa

 

Untuk model kelas atas, iPhone 13 Pro Max, penggemar Apple di India harus bekerja paling keras di dunia dengan rata-rata lebih dari 1.100 jam. Dan angka-angka ini, tentu saja, tidak memperhitungkan biaya hidup atau pengeluaran lainnya.

 

Negara mana yang paling mudah?  Jawabannya adalah Swiss.

 

"Dengan gaji tahunan rata-rata US$ 79.270, orang yang tinggal di Swiss akan membutuhkan kurang dari seminggu kerja (34 jam) untuk membeli iPhone terbaru," kata Money SuperMarket. 

 

Hal ini menempatkan Swiss berada di peringkat 10 teratas untuk negara-negara yang membayar paling sedikit untuk iPhone 13.

 

Sumber dari kontan.co.id, diedit oleh PT.SOLID GOLD BERJANGKA

PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Evergrande bisa dapat US$ 600 juta dari menjual saham perusahaan asuransi jiwa

Posted: 26 Sep 2021 11:27 PM PDT

 

PT.SOLID GOLD BERJANGKA – JAKARTA. China Evergrande Group yang saat ini sedang tersandung masalah keuangan masih bisa mendapat dana segar dengan penjualan aset lain yang masih dimiliki perusahaan. Salah satu potensi pendanaan tersebut ada di bisnis asuransi jiwa yang tengah berkembang pesat.

Analis Bloomberg Intelligence Steven Lam mengatakan, penjualan 50% saham Evergrande Life Assurance Co. dapat mencapai US$ 600 juta, dengan nilai buku 0,5 kali lipat.

Mengutip Bloomberg, perusahaan asuransi yang diakuisisi Evergrande pada tahun 2015 ini telah meningkatkan pangsa pasarnya lebih dari sembilan kali lipat hingga saat ini. Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga telah memperoleh keuntungan sejak empat tahun terakhir.

Hanya saja, perkembangan tersebut juga mengorbankan rasio solvabilitas rendah yang mencapai 110% pada akhir Juni lalu. Capaian tersebut, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata rasio sebesar 239% dari enam saingan Evergrande di sektor tersebut.

Baca Juga: PT.SOLID GOLD BERJANGKA | China tengah bersiap untuk kejatuhan Evergrande

"Itu berarti siapa pun yang mengambil alih saham Evergrande mungkin harus mengeluarkan sedikitnya US$ 2,2 miliar lagi untuk mengangkat rasio di atas 200%," tulis Lam dalam sebuah catatannya, Senin (27/9).

Asal tahu saja, pendapatan premi untuk tahun 2020 di China, diperoleh oleh AIA Group Ltd.. Sedangan Evergrande Life, menurut Lam, lebih condong ke produk yang kurang menguntungkan.

"Kepemilikan saham tersebut mungkin memiliki daya tarik lebih untuk saingan kecil atau menengah, daripada perusahaan asuransi China yang mapan yang mungkin ingin diserap oleh regulator negara," tambah Lam.

Sumber dari kontan.co.id, diedit oleh PT.SOLID GOLD BERJANGKA

No comments:

Post a Comment