Monday, March 29, 2021

PT SOLID GOLD BERJANGKA | PUSAT

PT SOLID GOLD BERJANGKA | PUSAT


PT SOLID GOLD BERJANGKA | Gejolak Harga Minyak Akan Bebani IHSG

Posted: 29 Mar 2021 06:42 PM PDT

 

PT Solid Gold Berjangka -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal semakin tertekan hari ini. Fluktuasi harga minyak mentah dunia memberikan sentimen negatif untuk pasar saham.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menjelaskan IHSG juga mendapatkan sentimen dari pelemahan sejumlah harga komoditas. Karena sentimen itu, ia memprediksi indeks bergerak dalam rentang support 6.122-6.144 dan resistance 6.209-6.252.

"Secara teknikal pergerakan masih berada dalam tren bearish (melemah) jangka menengah," ungkap Dennies dalam risetnya, dikutip Selasa(30/3).

Dari dalam negeri, belum adanya data-data ekonomi yang bagus juga masih belum mampu mendorong pergerakan IHSG.

Senada, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG berpotensi kembali mendarat di zona merah sore ini. Menurutnya, indeks akan bergerak dalam rentang support 6.078 dan resistance 6.238.

"Selama IHSG tidak dapat bertahan di atas resistance maka peluang koreksi wajar masih terbuka lebar," kata William.

Meski begitu, William menyatakan pasar bisa memanfaatkan momentum jika IHSG hari ini benar-benar kembali bergerak di teritori negatif. Pasar dapat melakukan akumulasi beli atau pembelian secara bertahap.

"Akumulasi pembeliannya dengan target jangka panjang," ucap William.

Ia menyarankan pasar mencermati sejumlah saham, seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).


Sumber cnnindonesia, diedit oleh  PT Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Kenaikan Yield Obligasi AS Tekan Laju IHSG Hari Ini

Posted: 28 Mar 2021 08:01 PM PDT

 


PT Solid Gold Berjangka -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terkoreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (26/3). Laju indeks saham tertekan karena kenaikan imbal hasil/yield obligasi AS.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan yield obligasi AS dengan tenor 10 tahun masih bertengger di level 1,61 persen.

Penguatan yield obligasi didukung oleh pernyataan bank sentral AS, The Fed, Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen bahwa stimulus fiskal dan moneter mendorong pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada tahun ini.

"IHSG berpotensi bergerak tertahan di akhir pekan dengan level support resistance 6.060-6.180," imbuh dia.

Selain itu, investor merespons proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia yang minus pada kuartal I 2021. Karenanya, pasar cenderung menantikan pelonggaran, dan strategi lanjutan dari pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Ekonomi Indonesia diperkirakan baru pulih pada kuartal II 2021, sehingga saat ini investor mengantisipasi dampak eksternal kegiatan ekonomi karena stimulus AS memicu kenaikan yield obligasi," terang dia.

Sementara itu, saham utama Wall Street kompak menguat. Tercatat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,62 persen menjadi 32.619.

Lalu, S&P 500 naik 0,69 persen menjadi 3.909. Sedangkan, indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 0,12 persen ke posisi 12.977.

Sumber cnnindonesia, diedit oleh  PT Solid Gold Berjangka

No comments:

Post a Comment